Wednesday, June 10, 2020

KARMA MEMANG TAK DATANG SEKETIKA, TAPI PEMBALASAN SANG HYANG WIDHI SANGAT NYATA


Karma memang tak datang seketika, tapi pembalasan Hyang Widhi sangatlah nyata. Akan ada pembalasan dari setiap yang kita lakukan, meski tak dibalas di marcapada maka pasti Ida balas di neraka.

Oleh karenanya, teruslah membawa diri selalu pada kebaikan, terutama saat bersama dengan orang lain, jagalah hati dan perasaannya, sama halnya kita menjaga hati dan perasaan kita sendiri dengan penuh kehati-hatian.

Setiap Tindakan dan Perbuatanmu, Ntah Itu Baik Atau Buruk Pasti Akan Terbalas Setimpal.
www.pusatgurahjakarta.com 

DARIMANA DATANGNYA KEBENCIAN ?

 
Darimana datangnya kebencian ? 
Bukankah dari dalam dirinya sendiri ?
Kalau diri sendiri tidak mengijinkan 
Bagaimana kebencian berani datang ?
Kalau pikiran tidak dipergunakan untuk membenci 
Mungkinkah kebencian meracuni diri ?
Benci melahirkan duka 
Duka melahirkan ketidak bahagiaan 
Ketidak bahagiaan melahirkan kelelahan 
Kelelahan ( pikiran ) mengakibatkan penyakit 
Penyakit mengakibatkan kesedihan 
Kesedihan menyebabkan putus asa 
Putus asa merugikan diri sendiri
Konon katanya agama mengajarkan kasih 
Kenapa kok nyatanya mereka saling benci ?
Ada pula yang bilang agamaku damai 
Tapi faktanya kebencian terus aja dinyalakan 
Kalau kenyataannya seperti itu 
Siapa yang harus disalahkan ?
Agamanya ... ???
Individunya ... ???
Tuhannya ... ???
Penganut agama pasti bilang : "Bukan agamanya yang salah"
"Yang salah individunya !!" demikian kata mereka 
Lho kok jadi lempar-lemparan kesalahan ?
Siapa yang mampu mendamaikan pikiran ?
"Tuhan" jawabnya 
Tuhan yang mana ? tanyaku 
"Tuhan ya Tuhan ... !!" Begitu katanya 
"Kalau Tuhan mendamaikan ; kenapa cuma kebencian yang ada ?" kataku 
"Bukan Tuhan yang hadirkan kebencian " katanya 
"Lalu siapa yang hadirkan kebencian ?" tanyaku 
"Tuhan itu datangkan kedamaian, bukan kebencian" sambungnya 
"Tapi kenapa didunia agama hanya kebencian yang ada" kataku lagi 
"Kenapa selalu berkata agamaku, Tuhanku, imanku, yang sempurna ?"

"Agamamu, Tuhanmu, imanmu, kurang sempurna ?" lanjutku
 "Bukankah itu merupakan kebencian terselubung ?" kataku lagi 
Hhhhhhhhh ... tak ada lagi jawaban ... 
Sunyi ... sepi ... hanya kepala yang manggut-manggut bingung

Begitulah faktanya ...
Agama tidak bisa melahirkan kedamaian ditengah-tengah umat manusia ... yang ada hanya "Kedamaian Semu".

Tuhan pun tidak bisa mendatangkan kedamaian didalam diri manusia, jika si manusianya sendiri tidak mau berdamai dengan dirinya sendiri.

Yang mampu memberikan kedamaian didalam hidup manusia bukanlah agama atau Tuhan ; tapi pikirannya sendiri !!!

Jadi ... apapun agama yang dianut oleh seorang manusia, jika si manusia itu sendiri tidak dapat berdamai dengan pikirannya ; segala jerih payah itu akan sia-sia belaka, seperti orang yang berusaha menangkap angin dengan kedua belah telapak tangannya. Gedobooossss ....

Agama hanyalah sarana untuk menutupi kelemahan dan kebusukan pikiran manusia ; alat yang paling hebat untuk menciptakan segala kemunafikan ... !!!

Sedangkan Tuhan hanya dimanfaatkan sebagai alat pembenaran diri sendiri ... !!!

Rahayu 
Semoga semua makhluk berbahagia
www.pusatgurahjakarta.com

Sunday, June 7, 2020

KEBIJAKSANAAN KEHIDUPAN


Yang muncul pasti akan tenggelam,
Yang datang pasti akan pergi,
Yang lewat pasti akan berlalu,
Yang berkondisi pasti akan berubah, dan
yang lahir pasti akan mengalami tua, sakit dan mati.

Itulah proses kehidupan yang harus dijalani.
Semua yang berkondisi pasti akan mengalami perubahan, dan semua yang dilahirkan pasti akan mengalami kelapukan.
Jadi di dunia ini tidak ada yang bisa terhindar dari perubahan dan kelapukan, itulah hukum yang abadi.

Sakit adalah resiko punya badan jasmani dan sifatnya hanya sementara, bisa jadi yang anda rasakan sesaat, semenit, sejam, sehari, seminggu, sebulan, setahun atau lebih.

Tetapi jika kita menyerah pada rasa sakit itu maka akan berdampak sangat luar biasa pada kondisi mental kita.

Saat kerjamu tidak dihargai, maka kamu sedang belajar tentang ketulusan.

Saat usahamu tidak dihargai, maka kamu sedang belajar tentang ketulusan.
Saat hatimu terluka, maka kamu sedang belajar tentang ketabahan.

Saat kamu kecewa, maka kamu sedang belajar tentang kesabaran.
Saat kamu sepi sendiri, maka kamu sedang belajar tentang kesabaran.

Saat kamu harus menanggung apa yang sebenarnya tidak perlu, maka kamu sedang belajar tentang kemurahan hati.

Waktu adalah uang ini yang membuat manusia hidup dalam tekanan dan kekhawatiran.

"Waktu adalah kebajikan & kebahagiaan* ini obsesi yang mengajak manusia kembali pada makna kehidupan yang sesungguhnya.

Bersyukurlah ketika sedang bernasib baik.
Bersabarlah ketika bernasib buruk.

Jika harus mengalir deras ke bawah, lakukan saja dengan santai karena semua pasti berlalu

Luwes dalam melakukan kegiatan apapun.
Berhati-hati dalam bertindak.

Bijaksana saat bertutur kata.
Merasa puas dengan apa yang didapat.
Bersahaja hidupnya dan tahu kapan harus berhenti.
Itulah ciri manusia mulia

Kebijaksanaan tertinggi adalah menguasai emosi, amarah & dendam.
Kepandaian tertinggi adalah membuang ego, keangkuhan, kesombongan & keakuan.

Kemuliaan tertinggi adalah menerima, memaafkan dan mengakui kesalahan.
Kebajikan tertinggi adalah tulus, ikhlas & penuh kasih sayang.

Jangan suka rendah diri, tapi jadilah orang yang percaya diri.
Jangan suka merasa hebat, tapi jadilah orang yang rendah hati.

Jangan suka merasa kecil hati, tapi jadilah orang-orang yang berbesar hati.
Ucapan yang diucapkan dengan tepat dan santun akan lebih bermakna dan meneduhkan hati.

Jadi, menegur jangan sampai menghina.
Mendidik jangan sampai memaki.
Meminta jangan sampai memaksa.
Memberi jangan sampai mengungkit-ungkit.

"Berhentilah menghitung kekurangan dan kejelekan orang lain, berpikirlah bijak untuk menyelesaikan masalah dan berbahagialah orang yang tahu hal terbaik dalam hidupnya"
"Mengabaikan penderitaan makhluk hidup lain di depan mata adalah bentuk kekejaman yang halus.

Ucapan dan tindakan kasar adalah bentuk kekejaman yang nyata.
Kesenangan menyakiti adalah bentuk kekejaman yang paling keji"
 
www.pusatgurahjakarta.com

ENERGI KEHIDUPAN


Setiap Manusia akan saling mempengaruhi setiap saat, seseorang terhadap yang lainnya. Ini terjadi dengan sadar ataupun tanpa disadari.

Energi setiap orang akan mencoba mendominasi atau mempengaruhi orang di sekitarnya sadar atau tidak sadar. 

Oleh sebab itu anda berhak untuk menghindari seseorang yang memiliki pengaruh buruk dalam kehidupan anda bukan karena membenci mereka akan tetapi demi mencintai dirimu sendiri. 

Mungkin akan ada orang sok bijak yang berkata bahwa justru orang yang bertentangan itulah yang mengasah atau membuktikan kedalaman kesadaran kita jadi jangan dihindari, jangan diblokir dll. 

Hei...lihatlah efeknya pada dirimu, bukan untuk gagah-gagahan atau ajang pembuktian kesadaranmu. 

Menjadi sadar itu bukan menjadikan anda manusia super tapi menjadikanmu manusia sadar akan konsekuensi dari setiap keputusanmu.
 
www.pusatgurahjakarta.com

Thursday, June 4, 2020

TERNYATA BAHAGIA ITU ADA 3 LEVEL


1. EASY LEVEL
BAHAGIA KETIKA MENERIMA. Orang yang berada pada level ini. Dia akan senantiasa bersyukur ketika menerima sesuatu. Baik uang, kesehatan, karier, pasangan dst. Tapi kebahagiaan nya akan punah ketika dia merasa kehilangan. Mobil rusak, gaji di potong, jatuh sakit, pasangan main serong. Dia akan cepet mengeluh di saat kenikmatannya hilang. Kebahagiannya cepat memudar dan tidak bertahan lama. Kebahagiaanya cuma ada ketika menerima. Selebihnya tidak mampu untuk berbahagia..

2. MEDIUM LEVEL.
BAHAGIA KETIKA BERBAGI atau bahagia disaat ngebahagiain orang lain. Ngeliat orang lain bisa bahagia kok gw bahagia banget ya....nah ini tuh udah level medium. Di level ini dia sudah berkembang selain sudah mampu bahagia disaat menerima dia juga mampu bahagia ketika melihat orang lain bahagia. Motivasi dia selalu memberi, menolong, membantu, menyebarkan kebaikan inti nya sudah memiliki jiwa sosial yang sangat tinggi. Sehari gak sedekah kaya ada yang kurang gitu dalam hidup. power of giving selalu membuat dia Feelgood.

3. HARD LEVEL
KEBAHAGIAAN YANG TIDAK BUTUH SYARAT. ini adalah level tertinggi. Orang-orang yang sudah mampu bahagia tanpa syarat. Orang yang berada di level ini sudah bisa di pastikan sepanjang hidup nya selalu dalam keadaan bahagia. Dalam keadaan apapun dia tetap bersyukur. Dapet nikmat dia bersyukur, nikmat ilang juga bersyukur.
Kenapa bisa begitu? Karena mereka sadar kebahagiaan itu lebih penting diatas segalanya. Kebahagiaan harus di rawat. Mobil boleh rusak tapi hati ku jangan..hehe Mereka gak mau merusak kebahagiaan karena hal-hal yang tek tek bengek.. di level ini mereka sudah sangat menikmati dan bener-bener hidup disaat ini.
Pikiran, perasaan dan tubuh sudah bersatu hidup pada saat ini, disini dan dengan keadaan seperti ini. Mereka hidup hanya menikmati presant moment. Masa lalu sudah lewat masa dan masa depan belum datang. Tidak kecewa dengan masa lalu dan juga tidak mencemaskan masa depan. Saat ini lah kehidupan yang sesungguhnya. Menyadari nafas keluar masuk aja udah bikin terenyuh hati dalam bersyukur. Liat langit biru yang luas terbentang bisa menangis haru, dengar keciauan burung juga udah bikin tersenyum. Bahagia so easy, I'm happy now. Gaperlu nunggu nanti, ga perlu kalo udah ada ini itu, ga perlu kalo udah kesana.
Ini sudah level magnet bagi rezeky sebenarnya...
Gak minta kadang dateng sendiri.
 
www.pusatgurahjakarta.com

Saturday, February 22, 2020

BAHAYA MEMPUNYAI RASA KEBENCIAN

 
Akar kebencian bisa dari Iri hati, dendam, tidak suka dll.

Kebencian Tumbuh bagai Virus yang menggerogoti kejiwaan seseorang. Baik benci pada kepribadian orang, Ideologi, suku, ras atau kepercayaan/Agama.

Saat kebencian mulai menguasai diri maka tidak ada lagi kebaikan yang nampak menonjol atau nampak Dominan dari orang yang ia benci, yang ada adalah segala bentuk keburukan, semua akan terlihat buruk dan jelek. Karena seluruh kemampuannya akan dikerahkan hanya untuk mencari yang buruk-buruk saja pada yang ia benci. Ia akan berhenti mencari yang baik dari yang ia benci.

Tidak ada yang baik dalam kacamata kebencian, semua akan nampak buruk, akan dicari berbagai alasan untuk menjadi buruk saat didahului dengan rasa benci.

Orang yang membenci kita tidak akan pernah bisa memahami secara menyeluruh, karena ia tidak sedang ingin memahami, ia sedang menghakimi kita dengan kebenciannya. Ia akan terus mencari-cari kesalahan kita untuk memperkuat kebenciannya.

Kejadian ini serupa dengan saat seseorang sudah menyanggupi dengan kata "Bisa", akan timbul ribuan pertanyaan di dalam "Mengapa bisa?", Maka ia akan mencari ribuan jawaban di dalam untuk membuktikan bahwa ia bisa.

Tapi saat ia mengatakan "Tidak bisa" akan timbul ribuan pertanyaan di dalam "Mengapa tidak bisa?", Maka ia pun akan mencari ribuan jawaban untuk membuktikan bahwa ia tidak bisa. Lalu ia akan bangga bahwa ia sudah Konsekwen.
Pesannya jangan mendahului dengan kebencian saat anda melihat suatu kejadian.

Kebencian akan mencegah Anda mengkaji lebih dalam untuk memahami.
 
Terimakasih.

Tuesday, February 11, 2020

TUHAN TIDAK PERNAH SALAH

Saya sangat percaya pada hukum alam yang berarti juga hukum Tuhan..
Di Islam saya mengenalnya dengan konsep "Sebab akibat", di Kristen namanya "Tabur Tuai" dan di Hindu bernama "Karma".
Memahami ini memotivasi saya untuk selalu berusaha berbuat kebaikan. Karena kebaikan hanya menarik kebaikan yang lain, begitu juga sebaliknya. Tuhan tidak pernah salah karena Ia Maha Sempurna.

Dengan memahami konsep ini, hidup menjadi tenang dan stabil, tidak mudah takut apalagi cemas. Karena saya yakin, di sekitar saya adalah orang-orang baik. Dan orang baik tidak mungkin menipu. Inilah kunci keselamatan dalam hidup.

Saya paham bagaimana rasanya ditipu, karena dulu kerjaan saya nipu orang juga, sebab disitulah saya dapat uang. "Binatang selalu berkumpul dengan sesamanya.." begitulah kata seorang teman dulu mengingatkan.

Dan sekarang setiap ada orang yang tertipu orang lain, saya juga mengingatkan, "Jangan selalu menyalahkan orang yang menipumu, dia punya hukumannya sendiri. Tapi coba renungkan, pernahkah dirimu menipu orang lain ? Memanfaatkan kesusahan orang lain untuk kepentingan pribadimu ?
Kalau ya, saya ucapkan selamat. Karena hanya penipu yang bisa mengundang penipu lain. Hanya orang munafik yang bisa mengundang kemunafikan lain.." Kataku.
Dan biasanya sesudah itu sang teman merenung. Entah dia menipu lagi atau tidak kelak, itu sudah bukan urusan saya.

Jadi teringat nasihat Imam Ali, "Orang cantik tidak selamanya baik. Tetapi orang baik, ia akan selalu tampak cantik.."
Ah, kopi itu sejatinya pahit. Yang manis hanya tafsiran-tafsirannya saja..

Copas : Denny Siregar
Terimakasih