Sunday, April 4, 2021

MENKES INGATKAN KETENANGAN & KEBAHAGIAAN SANGAT PENTING UNTUK CEGAH CORONA


Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto, menegaskan bahwa selain menerapkan pola hidup sehat, menjaga ketenangan berpikir & kebahagiaan juga penting dalam peningkatan imunitas tubuh untuk menekan potensi terjangkiti virus corona.
 
"Bukan hanya Germas (gerakan masyarakat hidup sehat), juga hati pikiran kita. Namanya psikoneuroimunologi. Kalau kita mendapat persepsi dan hal-hal yang salah terus, membuat kita khawatir, cemas, imunitas tubuh kita juga ikut turun," kata Menkes usai menggelar diskusi tingkat menteri terkait isu aktual, terutama terkait COVID-19, di Jakarta, Selasa.
 
Ia mengatakan upaya untuk menjaga hati dan pikiran tetap tenang adalah usaha paling baik dalam mencegah kemungkinan terinfeksi Covid-19. Menkes juga mengimbau masyarakat agar tidak panik tetapi tetap waspada dengan selalu berperilaku hidup bersih dan sehat.
 
"Karena itu yang paling penting," katanya.
Upaya menjaga kesehatan tersebut dapat dilakukan dengan terus menjaga imunitas tubuh untuk terhindar dari kemungkinan terkena COVID-19.
 
"Nomor satu untuk bisa mencegah, terhindar dari COVID-19 yang utama adalah menjaga imunitas tubuh," katanya. Selain itu, ia juga mengajak masyarakat untuk mengonsumsi makanan bergizi secara cukup dan melakukan gerakan perilaku hidup bersih dengan mencuci tangan seusai beraktivitas.
 
Mengapa Kebahagiaan Penting?
Para ilmuwan masih kerap berdebat mengenai apakah kebahagiaan paling memengaruhi kesehatan. Sejumlah penelitian menyimpulkan, perasaan senang dan puas dapat meningkatkan kesejahteraan fisik seseorang.Sebuah penelitian menunjukkan, orang-orang yang mengalami berbagai emosi positif dalam kehidupan sehari-hari, seperti antusiasme terhadap keceriaan dan ketenangan, mungkin memiliki risiko penyakit kronis dan kematian dini yang lebih rendah.
 
Menurut para peneliti dari Cornell University di AS, orang-orang yang mengalami banyak jenis kebahagiaan memiliki tingkat peradangan lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang mengalami rentang emosi yang lebih sempit. Tingkat peradangan yang lebih rendah terkait dengan risiko kematian dini dan penyakit kronis yang lebih rendah seperti diabetes.
 
"Ada banyak jenis kebahagiaan, dan mengalami keragaman keadaan emosional dapat mengurangi kerentanan seseorang terhadap psikopatologi dengan mencegah satu pun emosi mendominasi kehidupan emosional mereka," kata Anthony Ong, profesor di Cornell University.
 
Studi ini menyoroti satu jalur biologis potensial seperti peradangan sistemik melalui keragaman pengalaman emosional positif sehari-hari mungkin sangat berpengaruh memengaruhi kesehatan jangka panjang.
 
Dalam studi tersebut, Ong dan rekan-rekannya menganalisis hubungan antara 'keanekaragaman hayati' dengan keluasan dan kelimpahan berbagai emosi yang dialami orang serta tanda-tanda peradangan dalam tubuh. Seseorang dengan tingkat keakuratan yang rendah merasa hampir sama sepanjang hari, dengan emosi terkonsentrasi hanya dalam beberapa kategori. Sebaliknya, seseorang dengan keimanan tinggi merasakan berbagai emosi sepanjang hari, menyebar secara merata pada spektrum perasaan.
 
Para peneliti menganalisis data dari 175 orang berusia 40 sampai 65 tahun yang melaporkan emosi negatif dan positif mereka selama 30 hari.
 
Setiap malam mereka menilai sejauh mana mereka telah mengalami 16 emosi positif hari itu, seperti tertarik dan bertekad untuk bahagia, bersemangat, geli, terinspirasi, waspada, aktif dan kuat. Mereka juga diminta menilai pengalaman mereka terhadap 16 emosi negatif, termasuk ketakutan, kesal, tertekan, gugup dan malu.
 
Darah peserta kemudian ditarik enam bulan kemudian dan diuji untuk tiga tanda peradangan yang beredar di darah. Rentang emosi negatif mereka - terlepas dari apakah itu sempit atau lebar - tidak berpengaruh pada peradangan.
 
Namun, orang-orang dalam penelitian yang melaporkan berbagai emosi positif memiliki tingkat peradangan yang lebih rendah daripada mereka yang mengatakan bahwa mereka merasakan rentang yang lebih sempit.
 
Emosi melayani peran fungsional bagi individu, membantu mereka memprioritaskan dan mengatur perilaku dengan cara yang mengoptimalkan penyesuaian terhadap tuntutan situasional," kata Ong, penulis utama studi ini.
 
"Temuan kami menunjukkan bahwa penipisan atau kelimpahan emosi positif, khususnya, memiliki konsekuensi untuk fungsi dan kesehatan ekosistem emosional seseorang," sambungnya.
 
Bukti yang berkembang dari penelitian lain telah menghubungkan proses emosional dengan peradangan sistemik, yang telah terbukti berkontribusi terhadap kesehatan yang buruk, seperti aterosklerosis, diabetes, penyakit rheumatoid dan osteoporosis, dan menyebabkan sejumlah proses yang memainkan peran utama dalam kematian dini. Penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal Emotion.
 
www.pusatgurahjakarta.com

Friday, January 15, 2021

KETIKA AGAMA KEHILANGAN TUHAN

(KH Ahmad Mustofa Bisri)

Dulu agama menghancurkan berhala. Kini agama jadi berhala. Tak kenal Tuhannya, yang penting agamanya.

Dulu orang berhenti membunuh karena agama. Sekarang orang saling membunuh karena agama

Dulu orang saling mengasihi karena beragama. Kini orang saling membenci karena beragama.

Agama tak pernah berubah ajarannya dari dulu,Tuhannya pun tak pernah berubah dari dulu. Lalu yang berubah apanya? Manusianya?

Dulu orang belajar agama sebagai modal, untuk mempelajari ilmu lainnya*_. Sekarang orang malas belajar ilmu lainnya, maunya belajar agama saja.

Dulu pemimpin agama dipilih berdasarkan kepintarannya, yang paling cerdas diantara orang-orang lainnya
. Sekarang orang yang paling dungu yang tidak bisa bersaing dengan orang-orang lainnya, dikirim untuk belajar jadi pemimpin agama.

Dulu para siswa diajarkan untuk harus belajar giat dan berdoa untuk bisa menempuh ujian. Sekarang siswa malas belajar, tapi sesaat sebelum ujian berdoa paling kencang, karena diajarkan pemimpin agamanya untuk berdoa supaya lulus.

Dulu agama mempererat hubungan manusia dengan Tuhan. Sekarang manusia jauh dari Tuhan karena terlalu sibuk dengan urusan-urusan agama.

Dulu agama ditempuh untuk mencari Wajah Tuhan. Sekarang agama ditempuh untuk cari muka di hadapan Tuhan

Esensi beragama telah dilupakan. Agama kini hanya komoditi yang menguntungkan pelaku bisnis berbasis agama, karena semua yang berbau agama telah didewa-dewakan, takkan pernah dianggap salah, tak pernah ditolak, dan jadi keperluan pokok melebihi sandang, pangan, papan. Agama jadi hobi, tren, dan bahkan pelarian karena tak tahu lagi mesti mengerjakan apa.

Agama kini diperTuhankan, sedang Tuhan itu sendiri dikesampingkan. Agama dulu memuja Tuhan. Agama kini menghujat Tuhan. _*Nama Tuhan dijual, diperdagangkan, dijaminkan, dijadikan murahan, oleh orang-orang yang merusak, membunuh, sambil meneriakkan nama Tuhan

Tuhan mana yang mengajarkan tuk membunuh? Tuhan mana yang mengajarkan tuk membenci? Tapi manusia membunuh, membenci, mengintimidasi, merusak, sambil dengan bangga meneriakkan nama Tuhan, berpikir bahwa Tuhan sedang disenangkan ketika ia menumpahkan darah manusia lainnya.

Agama dijadikan senjata tuk menghabisi manusia lainnya. Dan tanpa disadari manusia sedang merusak reputasi Tuhan, dan sedang mengubur Tuhan dalam-dalam di balik gundukan ayat-ayat dan aturan agama

Terimakasih

Tuesday, December 22, 2020

PELAJARAN MENARIK


T: Om tanya. Ada dua ajaran
1. Self love...hargai diri sendiri dulu baru orang lain.
2. Jadi berkat buat orang lain dulu. Nanti pasti kita dapat berkat.
Yg mana dulu sebenarnya menurut om ?

J: Hargai diri sendiri dulu. Orang akan otomatis mencintai sesamanya jika memiliki cinta untuk dirinya sendiri terlebih dulu. Kita tidak mungkin bisa memberi sesuatu yg tidak kita miliki, kita tidak bisa mencintai orang lain tanpa mencintai diri sendiri. Pertama-tama dimulai dari diri sendiri, dari tubuh sendiri. Setelah diri melimpah dengan cinta baru seseorang dapat memberi cinta untuk sesamanya.

T: Jadi misal saya dimintai tolong melakukan suatu hal. Kalau diri saya nggak mau, nggak suka, boleh menolak nggak ?

J: Sangat boleh. Jangan melakukan kebaikan ke luar tapi melakukan kejahatan pada dirinya sendiri. Itu disebut diskriminasi pada diri sendiri. Nanti orang tertawa tapi diri sendiri menangis.

T: Konsekuensinya saya dicap kaku, aneh dan tegaan. Padahal saya cuma nggak mau dimanfaatkan.

J: Cuekin. Dilakukanpun juga tega pada diri sendiri.

T: Setiap sesi terapi saya pasti menangis karena selama ini saya membiarkan orang dzalim sama saya. Dulu saya pikir biar semesta yang membalas

J: Nah kalimat terakhir ini yang jadi jelas. Seperti yang saya katakan di atas bahwa kita tidak mungkin memberikan sesuatu yang tidak kita miliki. Kalau banyak kasus orang baik mendapat berkat besar dengan cara mengabaikan dirinya sendiri maka itu telah sesuai dengan ketentuan yaitu dia memiliki banyak cinta pada dirinya untuk dibagi ke luar. Jika kita masih berharap biar semesta yg membalas kejahatan maka jelaslah kita masih kekurangan cinta pada diri sendiri sehingga masih berharap pembalasan dari semesta untuk orang jahat.
Untuk memancarkan kasih atau cinta, pertama awali dari lingkup terdekat yaitu diri sendiri, orang di rumah atau keluarga, tetangga dan terus berkembang sampai tanpa batasan.

Meditasi kesadaran memberimu banyak cinta dan kesadaran. Semakin banyak cinta maka kamu dapat membaginya keluar tanpa batas.

Jadilah meditatif jadilah penuh cinta, jadilah cinta itu sendiri.

Saat kita telah menjadi cahaya maka kita tidak akan lagi menyesal atau sakit hati saat dimanfaatkan oleh orang jahat. Mungkin itulah yang disebut orang Lightworker.

Cahaya hanya tahu bersinar.

Terimakasih
www.pusatgurahjakarta.com

Sunday, December 6, 2020

UCAPANMU ADALAH DOA


Setiap kata pasti memiliki pengaruh pada keadaan, pikiran, sel tubuh, air, benda, kehidupan etc. Kata ini tidak harus anda khusuk berdoa kepada tuhan, justru kata yg keluar dalam keadaan santai lebih sering memilki efek yg spontan. Ucapanmu adalah doamu.

Ada kasus nih seorang istri, tiap hari dengan kecepatan bibir 120km/jam mengutuki suaminya, anaknya, mertuanya dan apapun yg bisa dikutukinya.

Meskipun sudah ditegur berulang-ulang, si ibu menjawab dengan enteng "Ah tidak apa koq. Kan saya bilangnya kalau betul kau melakukan anu baru kena. Kalau tidak memakukan ya tidak kena". Alhasil sang suami kurus kering dan menua dengan sangat cepatnya.

Masing ingat ya dengan cerita di tautan di bawah ini? Seperti ini juga.

Contoh kasus ilustrasi

Pada sebuah percobaan, ditempatkanlah dua tanaman di satu ruangan. Tanaman A setiap hari diberikan kata-kata pujian dan cinta sementara tanaman B diberikan kata-kata makian dan benci. Alhasil tanaman A tumbuh subur dan hijau sementara tanaman B kering dan layu.

Anda yang bermulut  sadar atau tidak sadar anda bertanggung jawab atas kesehatan dan umur orang yg anda berondongi dengan senapan. (Suka memarahi anak, suami, istri atau orang lain) 

KENAPA ADA LAKI-LAKI YANG TAMPAK LEBIH TUA DARIPADA UMURNYA, TETAPI ADA JUGA YANG TAMPAK LEBIH MUDA DARI UMURNYA ?

Mau Tahu Rahasianya ?

Alkisah, ada seorang peneliti pergi kesebuah kota tua untuk menemukan orang yang paling tua, beliaupun menemukan orang yang dikehendaki.

Peneliti: Bapak berumur berapa tahun?

Paijo: Umurku 75 tahun. Saya sdh banyak terkena penyakit, sulit utk berjalan kaki utk jarak yg agak jauh.

Peneliti: Apakah bapak sebagai orang paling tua dikota ini?

Paijo: Ooo... tidak, coba kamu temui bapakku saja!

Peneliti itupun menemui bapaknya si Paijo, Ponimin. Kemudian bertanya:

Peneliti: Umur Bapak berapa tahun ?

Ponimin: Umurku 100 tahun. Sehari-hari saya hanya terbaring di tempat tidur. Pelayan sy melayani semua kebutuhan saya.

Peneliti: Apakah bapak sebagai orang paling tua di kota ini?

Ponimin: Ooo... tidak, coba kamu temui bapakku saja!

Lalu peneliti itupun menjumpai bapak dari Ponimin, Bejo. Dan beliau bertanya:

Peneliti: Umur kakek berapa tahun?

Bejo: Umurku 125 tahun. Saya bersyukur, setiap pagi sy masih bisa melakukan olah raga jalan kaki selama 1 jam untuk jarak 5 Km. Saya masih mampu melakukan pekerjaan untuk keperluan saya sendiri.

Peneliti: Apakah kakek sebagai orang paling tua di kota ini ?

Bejo: Iya, aku orang paling tua dikota ini.

Dari hasil menemui 3 orang tua itu (anak, bapak dan kakek) ada sesuatu yang mengagumkan, akhirnya peneliti memberanikan diri bertanya pada si kakek tua itu.

Peneliti: Maaf kek, kenapa kakek tampak lebih muda dan gesit dari putra dan cucu kakek ?

Bejo: Cucuku itu terlalu sering dimarahi oleh istrinya, anakku juga... sedangkan aku tidak pernah dimarahi oleh istriku.

Perkataan positif mendatangkan kebaikan dan perkataan negatif mendatangkan keburukan.

Perhatikan lisanmu, awasi ia seperti mengawasi seekor macan di sekitaran anak kecil.

Terimakasih
www.pusatgurahjakarta.com

Monday, November 30, 2020

BAHAGIA ITU BAGAIMANA CARANYA DAN APA SYARATNYA?


Ceritanya gini:

Pada suatu hari, pembicara di seminar tentang "Kebahagiaan" adalah Margaret, Istri dari JoHn Maxwell (Tokoh terkenal dan motivator kelas dunia, dan Maxwell, sang suami duduk mendengarkan di bangku paling depan.
Setelah selesai acara ada sesi tanya jawab dan seorang wanita bertanya, "Margaret, apakah SUAMImu membuatmu bahagia???"

"Tidak...", Jawab Margaret

"Tidak..." katanya sekali lagi, "John Maxwell tidak bisa membuatku bahagia". Hampir semua orang langsung menoleh ke arah Maxwell.

Lalu Margaret njawab "John Maxwell suami yang baik, bukan pemabuk dan tukang judi, tidak memukul, setia, selalu memenuhi kebutuhan saya, baik jasmani maupun rohani. Tapi, tetap dia tidak bisa membuatku bahagia."

Seorang bertanya, "Mengapa ???"

Jawabnya, "Karena TIDAK ADA SEORANG PUN DI DUNIA INI YG BERTANGGUNG JAWAB ATAS KEBAHAGIAANKU SELAIN DIRIKU SENDIRI. Tidak ada orang lain yang bisa membuatmu bahagia. Baik itu pasangan hidupmu, sahabatmu, uangmu, hobimu. Semua itu tidak bisa membuatmu bahagia, Yang bisa membuat dirimu bahagia adalah dirimu sendiri. Kamulah yang bertanggung jawab atas dirimu sendiri. Kalau kamu selalu bersyukur, tidak mengeluh, tidak minder/rendah diri, tidak fokus mengasihani diri sendiri / merasa selalu benar, tidak mencari kambing hitam, kamu tidak akan merasa sedih. Saat saya mulai memutuskan untuk bahagia, maka keberadaan John menambah kebahagiaan saya menjadi lbh besar lagi.”

Bahagia tidaknya hidupmu bukan ditentukan oleh seberapa kaya dirimu, cantik istrimu/gagah suamimu, atau sesukses apa hidupmu.

HANYA JIKA KAU SADAR MEMILIH BAHAGIA, KAU BAHAGIA

Terimakasih
www.pusatgurahjakarta.com

PIKIRAN BAWAH SADAR DAN POLA PIKIR


Manusia itu lucu. Mereka begitu percaya pada obat medis meskipun minum obat tidak sembuh-sembuh dan walaupun bayar mahal asalkan obat medis.

Melihat seorang kawan yg telah minum obat flu selama beberapa hari. Saya tawarkan terapi sambil mengatakan kalau sebentar saja sembuh jika diterapi. Bahkan hidung meler dalam semenit bisa langsung stop. Eh dianya ketawa tidak percaya. Apa ada yg lucu atau saya salah ngomong? Kan sudah sering.

Ya itulah pikiran bawah sadar kita. Pbs kita telah terkondisi sedemikian rupa sejak kanak- kanak. Apa yg telah tertanam di pbs cenderung dianggap sebagai keberanaran oleh sebab pengulangan yg terus-menerus. Bahkan sebuah kebohongan yg jika diceritakan secara berulang-ulang akan dianggap sebagai kebenaran di pikiran bawah sadar.

Nah anda pasti mulai bertanya-tanya jangan-jangan ini dan itu yg telah anda percayai seumur hidup selama ini karena pengulangan juga hanyalah kebohongan yg diterima pbs anda dan dijadikan sebagai kebenaran. Ya termasuk hal pertama yg dibacakan saat anda lahir adalah upaya penanaman program ke pbs mu entah itu benar atau salah tapi itulah pemograman.

Anda mungkin berkata, orang tua pasti sayang anaknya sehingga tidak mungkin melakukan program seperti itu?

Orang tuamu memang menyayangimu tetapi mereka juga telah diprogram dari kakekmu dan terus seperti itu berkelanjutan. Mereka mau anda juga menjadi robot atau mekanis secara turun-temurun sebab mereka takut anda tersesat jika tanpa program. Mereka tidak pernah berpikir bagaimana jika program yg mereka terima dan tanamkan ke anak-anaknya adalah kebohongan yg diulang-ulang dan diterima sebagai kebenaran.

Kita dilahirkan seperti kertas putih kosong. Siapa yg boleh menuliskan kisah perjalanan hidup di sana? Ya, tentu saja si pemilik kertas yaitu kita sendiri.

Terimakasih
www.pusatgurahjakarta.com

Wednesday, November 18, 2020

KEBAHAGIAAN , KEBERGUNAAN, DAN KEBENARAN.

Dalam hidup manusia yang teramat singkat (sebelum otak bisa discan dalam quantum disc yang berarti manusia bisa hidup 'selamanya'), manusia seringkali takut mati dan berfilosofi tentang kematian dan kehidupan. Padahal sejatinya semua benda atau partikel di semesta ini hidup dan sekaligus mati, tergantung dari sudut pandang siapa dan dengan parameter apa.

Yang membedakan hanyalah kesadaran kolektif dari kolaborasi trilyunan sel. Sejauh ini yang kita ketahui punya kesadaran adalah manusia, diikuti oleh bonobo, chimpanzee, paus, dsb. Dalam kesadaran inilah akhirnya manusia mencari akan eksistensi dirinya.


Apakah tujuan seorang manusia ada dan terlahir di semesta ini. Tujuan pertama yaitu kebahagiaan. Tentunya kebahagiaan ini awalnya adalah kebahagiaan pribadi. Namun ketika kebahagiaan pribadi seseorang terpenuhi, dia akan memperluas horizon kebahagiaan itu ke orang lain.

Dan itu gayung bersahut dengan tujuan kedua yaitu kebergunaan. Kebergunaan terhadap manusia lain, terhadap lingkungan, terhadap makhluk-makhluk lain. Kebergunaan manusia adalah pilihan satu-satunya kalau spesies manusia ingin bertahan dalam jangka panjang ribuan hingga jutaan tahun. Altruisme, baik yang resiprokal ataupun tidak, adalah cara terbaik spesies manusia mengakumulasi kemajuan.

Dan pada akhirnya kebenaran, kebahagiaan dan kebergunaan manusia perlu mempunyai landasan kuat, dan landasan terkuat yang dipunyai manusia adalah sains. Sains adalah usaha manusia untuk optimis tapi rendah hati. Selalu bertanya dan menemukan sesuatu, namun kalau salah segera mengakui dan memperbaikinya. Sains bukanlah kebenaran mutlak, dia adalah kebenaran yang selalu diperbaharui dengan bukti-bukti semesta.

Dengan kebahagiaan, kebergunaan, dan kebenaran, manusia akan menjadi khalifah yang sebenar-benarnya. Makhluk semesta yang tahu diri dan berbuat semaksimal mungkin demi kemaslahatan makhluk lain. Hidup dalam kebahagiaan, kebergunaan, dan kebenaran adalah sebaik-baik kehidupan.

Terimakasih
www.pusatgurahjakarta.com