Tuesday, February 11, 2020

TUHAN TIDAK PERNAH SALAH

Saya sangat percaya pada hukum alam yang berarti juga hukum Tuhan..
Di Islam saya mengenalnya dengan konsep "Sebab akibat", di Kristen namanya "Tabur Tuai" dan di Hindu bernama "Karma".
Memahami ini memotivasi saya untuk selalu berusaha berbuat kebaikan. Karena kebaikan hanya menarik kebaikan yang lain, begitu juga sebaliknya. Tuhan tidak pernah salah karena Ia Maha Sempurna.

Dengan memahami konsep ini, hidup menjadi tenang dan stabil, tidak mudah takut apalagi cemas. Karena saya yakin, di sekitar saya adalah orang-orang baik. Dan orang baik tidak mungkin menipu. Inilah kunci keselamatan dalam hidup.

Saya paham bagaimana rasanya ditipu, karena dulu kerjaan saya nipu orang juga, sebab disitulah saya dapat uang. "Binatang selalu berkumpul dengan sesamanya.." begitulah kata seorang teman dulu mengingatkan.

Dan sekarang setiap ada orang yang tertipu orang lain, saya juga mengingatkan, "Jangan selalu menyalahkan orang yang menipumu, dia punya hukumannya sendiri. Tapi coba renungkan, pernahkah dirimu menipu orang lain ? Memanfaatkan kesusahan orang lain untuk kepentingan pribadimu ?
Kalau ya, saya ucapkan selamat. Karena hanya penipu yang bisa mengundang penipu lain. Hanya orang munafik yang bisa mengundang kemunafikan lain.." Kataku.
Dan biasanya sesudah itu sang teman merenung. Entah dia menipu lagi atau tidak kelak, itu sudah bukan urusan saya.

Jadi teringat nasihat Imam Ali, "Orang cantik tidak selamanya baik. Tetapi orang baik, ia akan selalu tampak cantik.."
Ah, kopi itu sejatinya pahit. Yang manis hanya tafsiran-tafsirannya saja..

Copas : Denny Siregar
Terimakasih

Tuesday, February 4, 2020

CARA MELEPAS DOKTRIN DAN KEBENCIAN

 
Banyak Manusia sudah mampu lepas dari sebuah Doktrin yang membuat ia membenci sesama Manusia karena berbeda Iman atau Agama, tapi sedikit sekali Manusia yang mampu menghilangkan kebencian pada sesama Manusia yang berbeda cara, segi pandang, pilihan atau gaya hidup. Bahkan di titik tertentu Manusia yang sudah mampu lepas dari Doktrin yang membuat ia membenci yang berbeda Iman, ia masih membenci sesama Manusia yang berbeda gaya hidup atau cara hidup hanya karena gagal dalam memahami maksud dan tujuan yang ia benci.

Titik yang sama pernah saya lewati.... dulu saya membenci orang yang berumah tangga dengan cara yang berbeda dengan cara yang saya sukai. Tapi setelah saya pahami saya sangat memakluminya.

Pernah juga saya membenci suatu aliran musik.....
Entah kenapa sejak kecil saya sangat suka musik Rock, dan saya sangat membenci musik Dangdut dan Keroncong. Kuping saya merasa Alergi jika saya mendengar Musik Dangdut atau Keroncong, sampe kadang saya tidak bisa tidur dan tidak nyaman, saya anggap itu Norak dan Kampungan.

Tapi akhirnya saya sadar bahwa Anggapan saya itu adalah sebuah penghakiman, langkah awal menaiki tangga Spiritual adalah menghilangkan segala bentuk penghakiman. Lalu saya lepaskan penghakiman bahwa musik Dangdut dan Keroncong itu musik yang Norak dan Kampungan, saya mulai mencoba mendengarkannya, alunan suara kendang, Seruling dll saya dengarkan baik-baik tanpa penghakiman.

Akhirnya saya mulai menyukai Kedua Musik itu, dan sudah banyak yang saya Koleksi untuk didengarkan, sampai sekarang saya sudah menyukai Musik Dangdut dan Keroncong walaupun tetap lebih suka pada musik Rock tapi saya sudah mampu menikmati Alunan musik Dangdut dan Keroncong.

Bagi saya sekarang Musik Dangdut termasuk Koplo atau Keroncong adalah perpaduan Seni yang mengagumkan.

Jika kebencian bisa tumbuh subur oleh sugesti dan pengaruh lingkungan, maka Cinta Kasih akan lebih cepat tumbuh jika diajarkan dan dicontohkan tanpa penghakiman, karena cinta kasih tumbuh secara alami menjadi sifat Manusiawi.

Spiritual adalah Seni Menari dalam bisingnya Musik kehidupan.
Terimakasih 
www.pusatgurahjakarta.com

Wednesday, January 15, 2020

SELALU ADA TITIK TERANG DAN GELAP



Selalu ada dua titik fokus dalam satu kejadian, ini yang sering saya sampaikan.

Satu titik yang menyenangkan atau membahagiakan, satu titik lagi yang menjengkelkan dan membosankan. Satu titik yang bisa membuat anda marah, satu titik lagi yang bisa membuat anda tersenyum. 

Satu titik nyebelin satu titik nya lucu.
Bagi saya Spiritual adalah Seni menikmati waktu hidup.
Spiritual adalah seni menyiasati hidup berdasarkan tumpukan pengalaman.

 Karena Spiritual adalah akumulasi pengalaman Jiwa.
Berfokus kepada yang menyenangkan saja dalam setiap kejadian adalah praktek sederhana Spiritual.
Ini cara sederhana untuk berfokus pada berkah-berkah kekinian.

Untuk apa anda membuang waktu dan energi menanggapi kebencian yang penuh penghakiman sementara banyak yang jauh lebih mengenal Anda dan dia sepadan dengan anda? 

sama-sama menebar cinta kasih, sama-sama belajar memahami dan bukan belajar menghakimi.

Sang Buddha pernah berkata:
"Teman yang tidak tulus dan jahat itu lebih harus ditakuti daripada binatang buas.
 Seekor binatang buas hanya dapat melukai tubuh, tetapi seorang teman yang jahat akan melukai pikiran.

Apabila dalam pengembaraan seseorang tak menemukan sahabat yang lebih baik atau sebanding dengan dirinya, maka hendaklah ia tetap melanjutkan pengembaraannya seorang diri. Janganlah bergaul dengan orang bebal (tidak bijaksana)”. Berfokus pada berkah-berkah kekinian termasuk dalam berteman, bersahabat dan bersosialisasi. Menghindari teman yang menguras diri bukan berarti kita membenci pada yang beda pendapat dengan kita, ini hanya cara sederhana untuk berfokus pada berkah kekinian. Jangan buang-buang waktu hidup Anda dengan hanya melayani sesuatu yang menguras pikiran anda, ini hanya membuat anda kehilangan titik fokus yang satunya pada waktu yang bersamaan, yakni titik fokus yang lucu, membahagiakan, dan menyenangkan. Jadi tinggalkan mereka yang menebar kebencian dengan penuh penghakiman, mereka bukan sedang belajar untuk mengerti dan memahami, mereka sedang belajar untuk menghakimi.

Spiritual adalah seni untuk berfokus pada berkah kekinian. Buang ke tempat sampah apa yang akan menjadi sampah pikiran Anda. Jangan terima sampah itu.

Terimakasih
www.pusatgurahjakarta.com

Sunday, January 5, 2020

SEMUA PENYAKIT MEMILIKI ASAL USUL SPIRITUAL

 
Saya akan menjelaskan ini dengan menggambarkan perbedaan antara tubuh yang berbeda yang Anda miliki.

Selain tubuh fisik yang terlihat, Anda juga memiliki tubuh emosional, tubuh jiwa dan sesuatu yang Anda dapat sebut sebagai tubuh spiritual.

Penyakit terutama dimulai dalam tubuh emosional. Dari sini dimulai penyumbatan tertentu di dalam tubuh fisik di tingkat materi. 

Seringkali keyakinan dari tubuh mental berkontribusi terhadap perkembangan sumbatan emosional dan dengan demikian memanifestasikan sebagai penyakit. 

Saya berbicara tentang keyakinan yang tertanam atau kebiasaan berpikir. Sering kali ini adalah keyakinan tentang apa yang benar dan salah tentang diri Anda.

Penilaian/penghakiman secara harfiah dapat menciptakan penyumbatan dalam sistem energi emosional Anda. Di tempat-tempat yang mana penyumbatan muncul dimana energi emosional tidak bisa mengalir bebas, suatu energi gelap akan terlihat di aura Anda. Energi ini mungkin akan terus menetap dalam tubuh. 

Tetapi tidak seharusnya seperti itu, proses ini memakan waktu beberapa saat dan ada memiliki cukup banyak kesempatan untuk membalikkan keadaan menjadi keseimbangan emosional, sebelum penyakit itu menampilkan diri.

Umumnya emosi Anda memberitahu Anda ketika energi Anda sedang tidak mengalir dengan baik, dan ketika Anda mengubah perhatian Anda terhadap pesan itu dan menghormati pesan itu, penyumbatan akan dirilis/dilepaskan. Misalnya Anda mungkin merasa sedih atau marah setiap kali Anda harus melakukan hal tertentu dan jika Anda melihat lebih dekat pada emosi tersebut, mereka akan memberitahu Anda bahwa Anda sedang memaksakan diri Anda untuk melakukan hal-hal yang tidak benar-benar menegaskan siapa Anda dan yang Anda inginkan. 

Namun jika Anda secara sistematis mengabaikan kemarahan Anda dan memaksa diri Anda untuk mellakukan hal-hal yang sesungguhnya tidak merasa nyaman, maka emosi itu akan tersimpan. Ia akan melepaskan dirinya dari kesadaran Anda dan menyatakan dirinya didalam tubuh fisik Anda. 

Emosi yang ditekan adalah energi yang ingin didengarkan oleh Anda. Ketika ia menyatakan dirinya melalui tubuh, ia akan terwujud sebagai keluhan fisik.

Umumnya keluhan atau penyakit fisik berasal dari emosi di dalam diri Anda dimana sebagian besar Anda tidak sadar.

Gejala fisik akan membuatnya terlihat kepada Anda pada tingkat lain dan cara ini benar-benar membantu Anda untuk menghubungnkan dengan sumber penyumbatan ini.

Gejala Sakit atau gejala fisik ini adalah bahasa jiwa. Jiwa merindukan komunikasi penuh antara semua bagiannya.

Jiwa merasa bahagia ketika ada aliran energi yang bebas dan pembaruan terus-menerus dari semua aspek itu sendiri. Penyumbatan mencegah energy itu mengalir dengan bebas dan menekan jiwa.
 
Terimakasih
www.pusatgurahjakarta.com

Thursday, December 19, 2019

MELIHAT KACAMATA SALAH BENAR VERSI SPIRITUAL



Masih berkutat dalam dualita "benar" dan "salah"? berarti anda masih belum melangkahkan kaki ke ranah Spiritual, karena langkah awal pejalan Spiritual adalah melepaskan segala bentuk penghakiman termasuk benar dan salah. 

Dalam ajaran Spiritual Jawa tidak mengajarkan penghakiman benar dan salah pada suatu Iman, kepercayaan atau tindakan. Ia lebih cenderung pada keselarasan dan pantas atau tidak pantas.

Oleh sebab itu dalam ajaran Spiritual Jawa tidak menghakimi benar dan salah, ia lebih cenderung mengajarkan sesuatu yang pantas dilakukan atau tidak pantas (bukan benar atau salah).

Jika dalam realita kehidupan selalu ada dua titik fokus yang menyenangkan dan yang tidak menyenangkan, yang membahagiakan dan yang membosankan, tentu praktik sederhana Spiritual menyarankan berfokus pada yang menyenangkan dan membahagiakan tanpa perlu menghakimi benar atau salah.

Berfokus pada hal yang membosankan atau tidak cocok hanya akan membuang waktu hidup dan kita akan kehilangan kesempatan untuk berfokus pada bagian yang menyenangkan dan membahagiakan pada waktu yang sama. 

Spiritual adalah Seni menjadikan di bumi seperti di Surga, seni untuk berfokus pada berkah kekinian atau titik yang menyenangkan dan membahagiakan di setiap kejadian. Orang yang mampu berfokus pada berkah kekinian akan membawa Tas Surga (suasana bahagia) ke mana-mana.

Begitupun dalam hal berteman dan bersosialisasi, para pejalan Spiritual lebih berfokus pada teman yang menyenangkan dan membahagiakan daripada teman yang menjengkelkan dan membosankan. Ini bukan Sombong, tapi ini praktik sederhana untuk berfokus pada berkah kekinian. Melayani sesuatu yang membosankan bukan suatu kerendahan hati dan menyingkirkan sesuatu yang menjenuhkan bukan tindakan yang sombong. Itu suatu pilihan yang menjadi hak kita terlepas dinilai sombong ataupun tidak.

Anda akan kehilangan banyak waktu jika melayani teman yang membosankan dengan sesuatu yang terus diulang yang sudah jelas membuat anda bosan, saatnya anda mencari yang lebih menyenangkan. Standar, patokan atau akidahnya tidak merugikan yang lain, tidak melanggar hukum yang berlaku, tidak menyakiti yang lain bahkan tidak menghakimi dengan kata "benar" atau "salah".

Tinggalkan dualita benar atau salah, mulai lah ambil yang menurutmu pantas, cocok, serasi dan nyaman.
Di Dunia ini saya tidak sedang mencari kebenaran, tapi saya sedang mencari yang membahagiakan, menyenangkan, Cocok, pas dan serasi dengan saya. Saya tidak akan mengatakan baju saya lebih bagus dari baju anda, saya hanya bilang baju saya lebih cocok untuk saya dan saya akan menyingkirkan atau tidak memakai baju yang tidak cocok dengan saya, saya juga akan menyingkirkan baju yang sudah bosan saya pakai bukan berarti saya Sombong.

Jika Anda bilang saya Sombong, mungkin itu hanya sebuah penghakiman dari anda.

Saat melihat Rajawali terbang pun orang akan berbeda pendapat.....

Yang penuh penghakiman akan bilang bahwa Rajawali itu sombong karena ia sedang memamerkan kemampuan atau skill nya.
Yang penuh kasih akan bilang bahwa Rajawali itu sedang berjuang demi cinta dan kasih sayangnya pada keluarga dan sedang mempertahankan diri dari kepunahan.
Pejalan Spiritual hanya akan menyaksikan dan menikmati pemandangan dan keindahan Sang Rajawali yang sedang terbang itu tanpa penghakiman.
Terimakasih
www.pusatgurahjakarta.com

Sunday, December 15, 2019

LATIHAN PRAKTEK SPIRITUAL DENGAN CARA TIDAK MENGHAKIMI ORANG LAIN BAIK ITU BENAR MAUPUN SALAH


"Bagaimana caranya Agar kita tidak sakit Hati saat dihianati pasangan Pak?".

Begitu pertanyaan yang sering saya dapat. Dari kebanyakan orang, penyebab sakit hati saat dihianati, baik dihianati Sahabat ataupun Pasangan adalah salah menilai terhadap si penghianat itu. 

Sering saya katakan bahwa langkah awal pada tangga Spiritual yang lebih tinggi adalah menghilangkan segala bentuk penghakiman, jadi jangan dulu menilai, menilai adalah salahsatu bentuk penghakiman.

Jangan dulu menilai bahwa pasangan Anda setia hanya berdasarkan janji dan kata-kata manis atau rayuan yang semanis Madu Odeng. Jangan juga menilai atau menghakimi bahwa pasangan Anda akan selingkuh jika ada kesempatan atau banyak kesempatan.  Berhenti menilai, mulai lah mencari Bukti, belajar menyaksikan tanpa menjudge.

Merasa berhak untuk memiliki karena sebuah penilaian kita padanya akan menjadi akar yang membuat kita sakit hati saat dihianati, jadi berhentilah menilai dan mulailah mencari bukti, saksikan tanpa penghakiman. 

Saat kita melepaskan segala bentuk penghakiman maka sewaktu dan sejalan dengan itu kita akan siap menerima apapun yang terjadi.

Dengan praktik sederhana ini, anda akan terhindar dari sakit hati saat dihianati.
Terimakasih
www.pusatgurahjakarta.com

Thursday, December 5, 2019

MENGATASI TRAUMA DENGAN CARA BERDAMAI DENGAN DIRI SENDIRI


Dulu saya rada-rada trauma sama kecoa,karena pernah di takut takutin sama temen waktu kecil,soalnya sampe sekarang masih takut minta ampun ketika melihat kecoa terbang. 

Setelah di takut takutin,setiap lihat kecoa rasanya pingin segera dimatikan dan saya langsung ambil alat apapun yang bisa digunakan untuk mematikannya. Anehnya justru gara-gara itu saya malah jadi sering sekali ketemu kecoa.

Akhirnya saya terapi diri saya untuk menghilangkan trauma itu, berdamai dengan hewan tersebut dan berdamai dengan pengalaman waktu dulu itu. 

Semenjak itu sudah sangat jarang bertemu kecoa dan kalau ketemu pun respon saya nggak langsung pingin mematikannya.

Perhatikan cara memori dan bawah sadar kita dalam mengundang realita, kecenderungan mengundang hal-hal yang kita tidak sukai itu nyata. 

Apalagi itu benar-benar tertanam kuat dari pengalaman yang emosional dan traumatik.
Maka bebersih mental itu penting, kalau tidak menguasai teknik terapi ya, minimal sadari bahwa ada yang salah di diri ini, lalu ubah-ubah sudut pandang tentang itu jadi lebih memberdayakan.

Ubah pola-pola kata yang sering diucapkan, dari yang ruwet menjadi lebih sederhana dan kira-kira lebih nyaman bagi diri (dirasakan sendiri saja di dalam batin).

Kalau masih nggak bisa, maka berhentilah nyinyir terhadap apapun yang dianggap tidak cocok dan ganti dengan mendoakan kebaikan, kebahagiaan, kesehatan, dan lainnya.
Akan banyak problem-problemmu yang akan terurai.

Tapi kalau itu juga masih nggak bisa, mungkin kamu dari awal lupa memohon izin dari Yang Maha Besar Kuasanya, Yang Maha Mengecilkan persoalanmu, untuk dibersihkan dari trauma-trauma di dalam dirimu.
 
Terimakasih
www.pusatgurahjakarta.com